Dalam implementasi sistem manajemen mutu seperti ISO 17025, validitas data hasil pengujian sangat bergantung pada performa instrumen yang digunakan. Salah satu alat yang paling sering digunakan namun rentan terhadap pergeseran akurasi adalah pH meter laboratorium. Seiring intensitas penggunaan dan paparan berbagai jenis sampel, sensitivitas elektroda kaca pada alat ini pasti akan mengalami penurunan.
) dan sah secara regulasi standar mutu.
Mengapa Kalibrasi pH Meter Laboratorium Sangat Penting?
), kontaminasi sisa sampel, atau fluktuasi suhu lingkungan.
Kalibrasi bertujuan untuk menyelaraskan kembali pembacaan instrumen digital dengan nilai yang sebenarnya menggunakan larutan acuan standar. Tanpa kalibrasi yang rutin, risiko kesalahan pembacaan (error) akan meningkat, yang pada akhirnya dapat berdampak buruk pada kualitas kontrol mutu produk, validitas riset, hingga penilaian dalam audit kepatuhan Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Persiapan Sebelum Melakukan Kalibrasi
Sebelum memulai proses kalibrasi pH meter, ada beberapa persiapan penting yang harus dipastikan oleh pranata laboratorium atau teknisi:
- Larutan Buffer Standar: Siapkan larutan buffer pH yang tersertifikasi dan tertelusur (biasanya pH 4.01, 7.00, dan 10.01). Pastikan larutan belum melewati tanggal kedaluwarsa dan tidak terkontaminasi.
- Air Pembilas: Siapkan air deionisasi (DI water) atau akuades dalam botol semprot untuk membersihkan elektroda di antara sesi pengukuran.
- ) untuk mengeringkan elektroda.
- / ATC) terhubung dengan baik, karena nilai pH larutan sangat dipengaruhi oleh perubahan temperatur ruangan.
Langkah-Langkah Cara Kalibrasi pH Meter Laboratorium
(minimal dua atau tiga titik) untuk memastikan linearitas grafik di seluruh rentang ukur. Berikut adalah langkah-langkah standarnya:
1. Pembersihan Elektroda
Bilas elektroda pH menggunakan air deionisasi untuk menghilangkan sisa larutan penyimpanan atau sampel sebelumnya. Keringkan dengan cara menempelkan tisu secara lembut pada ujung elektroda. Jangan menyeka atau menggosok bola kaca elektroda, karena hal itu dapat menimbulkan muatan listrik statis yang akan mengacaukan pembacaan potensial.
2. Kalibrasi Titik Pertama (Titik Nol / Netral)
). Instrumen akan mengenali nilai ini sebagai titik referensi nol (E0).
3. Kalibrasi Titik Kedua dan Ketiga (Rentang Asam/Basa)
Angkat elektroda, bilas kembali dengan air deionisasi, dan keringkan lembut dengan tisu. Selanjutnya, pilih larutan buffer kedua berdasarkan jenis sampel yang biasa Anda uji:
- Jika sampel Anda cenderung asam, gunakan buffer pH 4.01.
- Jika sampel Anda cenderung basa, gunakan buffer pH 10.01.
.
4. Evaluasi Nilai Slope Kalibrasi
dihitung menggunakan persamaan elektrokimia dasar:
Slope = E Observed / E Theoritical x 100%
yang dapat diterima berada di rentang 95% hingga 102%. Jika nilai yang muncul berada di luar rentang tersebut, hal itu menandakan elektroda kotor, larutan buffer terkontaminasi, atau elektroda sudah aus dan perlu diganti.
Solusi Kebutuhan Instrumentasi Laboratorium Anda
Menjaga konsistensi kalibrasi dan akurasi hasil analisis memerlukan dukungan perangkat laboratorium yang memiliki stabilitas tinggi serta fitur kalibrasi yang intuitif. Prospera Science Digital hadir sebagai mitra pengadaan tepercaya bagi laboratorium industri, farmasi, maupun lembaga riset di Indonesia.
Melalui komitmen profesional yang dapat Anda pelajari di halaman Tentang Kami Prospera, kami berdedikasi menyediakan instrumen berkualitas tinggi. Anda dapat mengecek berbagai pilihan pH meter modern yang andal dan dilengkapi fitur kompensasi suhu otomatis melalui katalog produk Prospera General Lab.
Selain menyediakan unit perangkat, kami juga mendukung pemeliharaan kualitas berkelanjutan melalui tim teknis berpengalaman. Hubungi kami melalui halaman Layanan Prospera untuk mendiskusikan kebutuhan instalasi, kualifikasi instrumen, maupun rencana pengadaan alat laboratorium Anda.
