Di dalam tata kelola laboratorium yang mengacu pada standar mutu tinggi seperti ISO/IEC 17025, manajemen penyimpanan material adalah salah satu aspek yang paling sering diaudit oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional). Menyimpan semua zat kimia dalam satu tempat tanpa mempedulikan sifat fisika dan kimianya adalah kekeliruan fatal yang dapat mengancam keselamatan personel serta validitas pengujian.
). Meskipun keduanya berfungsi sebagai wadah penyimpanan, fungsi proteksi dan spesifikasi teknis keduanya sangatlah berbeda jauh.
Apa Itu Lemari Penyimpanan Reagen?
Lemari penyimpanan reagen dirancang untuk menyimpan bahan kimia cair atau padat yang tidak memiliki risiko bahaya ekstrem, seperti larutan standar, buffer, garam, atau reagen umum non-volatil. Karakteristik utama dari lemari ini difokuskan pada pengorganisasian stok, perlindungan bahan dari kontaminasi debu luar, serta estetika kebersihan laboratorium.
Secara konstruksi, lemari reagen biasanya terbuat dari bahan metal standar, stainless steel, atau kaca tebal transparan pada bagian pintunya agar analis dapat mengidentifikasi stok dari luar dengan mudah. Lemari jenis ini tidak memiliki dinding ganda penahan api ataupun fitur isolasi uap yang ketat karena beban material yang disimpan di dalamnya cenderung stabil pada suhu ruangan normal.
Apa Itu Safety Cabinet Laboratorium Flammable?
Sebaliknya, jika kita berbicara tentang cairan yang mudah menyala atau menguap pada suhu rendah (seperti alkohol, aseton, n-heksana, atau metanol), maka safety cabinet laboratorium tipe khusus sangat mutlak diperlukan. Kabinet ini secara spesifik dirancang untuk mengisolasi zat berbahaya dari potensi sumber api eksternal serta menahan penyebaran panas jika terjadi insiden kebakaran di area sekitar lab.
Sesuai dengan standar internasional seperti NFPA (National Fire Protection Association) atau OSHA, kabinet ini umumnya dilapisi warna kuning terang yang sangat mencolok dengan tulisan peringatan bahaya yang jelas. Di sinilah letak perbedaan mendasar yang membuat lemari penyimpanan bahan kimia berbahaya ini tidak bisa digantikan oleh lemari reagen biasa.
Perbedaan Karakteristik Lemari Reagen Flammable dan Lemari Biasa
Untuk memudahkan tim pengadaan dalam memetakan kebutuhan, berikut adalah beberapa poin perbedaan krusial antara kedua jenis penyimpanan tersebut:
- ) dengan celah udara isolasi setebal 1,5 inci (sekitar 38 mm) untuk menahan rambatan suhu tinggi.
- ) yang akan langsung mengunci rapat jika suhu ruangan mendadak naik drastis. Lemari reagen biasa umumnya hanya memakai kunci silinder standar atau magnet penutup biasa.
- ) untuk mencegah akumulasi listrik statis yang dapat memicu percikan api. Fitur keamanan ini tidak ditemukan pada lemari reagen biasa.
- dirancang berbentuk wadah cekung sedalam minimal 2 inci (50 mm) untuk menampung cairan jika terjadi kebocoran botol di dalam kabinet, sehingga cairan berbahaya tidak merembes ke lantai laboratorium.
Memilih Penyimpanan yang Tepat untuk Kepatuhan Regulasi
) saat audit akreditasi berlangsung. Oleh karena itu, pastikan staf laboratorium selalu mengacu pada lembar data keselamatan (MSDS) setiap material sebelum menentukan di mana zat tersebut harus disimpan.
berkualitas tinggi serta lemari penyimpanan reagen resmi yang dirancang khusus untuk kebutuhan laboratorium akreditasi. Hubungi tim ahli kami untuk mendapatkan konsultasi dan rekomendasi produk yang tepat sesuai dengan profil bahan kimia di laboratorium Anda.
